Home » Blog » Krisis air bersih yang melanda pemukiman masyarakat Bandung, khususnya di Desa Cimareme kian parah

Krisis air bersih yang melanda pemukiman masyarakat Bandung, khususnya di Desa Cimareme kian parah

  • by

Selain itu, ada fakta bahwa orang yang suka dengan humor gelap disebut sebagai orang yang genius. Mengapa demikian? Dikarenakan untuk menikmati humor tersebut membutuhkan kemampuan untuk memperoses informasi yang kompleks. Artinya, tidak semua orang dapat menangkap arti dari permainan kata yang digunakan di balik lelucon tersebut. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Ulrike Willinger dan timnya yang mengamati 156 partisipan dengan rata-rata usia 33 tahun. Masing-masing dari mereka disuguhi 12 komik yang diambil dari The Black Book karya Uli Stein. Buku ini berisi kartun yang mengandung humor gelap. Mereka kemudian diminta untuk memberikan opini tentang kartun-kartun tersebut. Setelahnya, dilakukan tes IQ verbal dan non verbal. Mereka yang menyukai humor gelap tak hanya memiliki skor tes IQ yang tinggi, tetapi mereka juga berpendidikan tinggi.

Kapitalisme dan Eksploitasi, Sumber Krisis Air Bersih Masyarakat Bandung

Krisis air bersih yang melanda pemukiman masyarakat Bandung, khususnya di Desa Cimareme kian parah. Antrean masyarakat yang  berdiri menunggu jeriken biru mereka diisi air bersih yang semakin hari semakin panjang. Keresahan masyarakat yang tak kunjung usai ini menjadi sebuah lika-liku rumit perjuangan dalam mendapatkan sumber daya air, terlebih di musim kemarau.

Perjuangan dalam mendapatkan air bersih terus berlanjut di Kelurahan Ciroyom. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, warga harus membeli air dari bellinghambudfest tukang jeriken keliling. Diketahui sejak 2019 lalu, dua sumber pemasok air baku untuk memenuhi kebutuhan PDAM Tirtawening Kota Bandung semakin menyusut. Hal ini juga diungkapkan oleh Sonny Salimi bahwa sejak 2019, kondisi air baku sangat kekurangan, khususnya pasokan air dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca, daerah selatan Kota Bandung.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa pada 2018. Menurut data tersebut, masyarakat Kota Bandung paling tidak membutuhkan sebanyak 6 ribu liter air baku per detik. Saat ini, PDAM Tirtawening mampu mengolah 2.500 liter air per detik, sehingga terdapat selisih 3.500 liter. Dilansir dari laman JabarEkspres.com, Kasi Konservasi Air Tanah DLHK Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, kebutuhan masyarakat akan air bersih yang terus meningkat turut berkontribusi terhadap penyusutan air tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *